Nilai ekspor kelapa turun tiga tahun beruntun

JAKARTA. Nilai ekspor kelapa Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dimiliki Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), nilai ekspor kelapa pada 2014 mencapai US$ 1,55 miliar, kemudian pada 2015 turun menjadi US$ 1,36 miliar dan turun lagi menjadi US$ 1,32 miliar pada 2016.

Penurunan nilai ekspor kelapa ini terjadi karena semakin banyaknya ekspor buah kelapa segar ke luar negeri yang tanpa nilai tambah.

Menurut Wakil Ketua Umum HIPKI Amrizal Indroes, penurunan nilai ekspor kelapa dalam tiga tahun terakhir, karena volume ekspor kelapa dari tahun ke tahun mennjukkan tren turun. Penurunan volume ekspor kelapa olahan terjadi karena ketersediaan bahan baku yang terus menyusut. Sementara, volume ekspor buah kelapa yang diekspor dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Nilai ekspor buah kelapa segar pada tahun 2014 misalkan hanya US$ 29 juta, tapi pada tahun 2016 melonjak signifikan menjadi US$ 62 juta,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (21/6).

Ia mengatakan, banyaknya bahan baku kelapa yang langsung diekspor menyebabkan nilai ekspor turun, karena tidak ada nilai tambah. Padahal bila kelapa tersebut diolah di dalam negeri, kemudian diekspor dalam bentuk jadi atau siap saji seperti dalam bentuk santan, gula kelapa, minyak kelapa dan nata de coco, maka niscaya nilai ekspor kelapa akan tinggi.

Selain itu, penyebab turunnya nilai ekspor kelapa juga tak terlepas dari rendahnya harga kelapa yang ditentukan oleh coconut oil (CNO) di pasar global.

Selama ini, ekspor kelapa Indonesia masih didominasi dari produk minyak kelapa sebesar 59,5%-62%, kemudan ekspor kelapa parut kering sebesar 8,8%-11%, dan ekspor bungkil kelapa atau copra cake dan sisanya adalah ekspoor produk olahan kelapa lainnay termasuk kelapa segar.

Meskipun ekspor kelapa dalam tiga tahun terakhir ini terus menunjukkan tren menurun, tapi HIPKI optimistis, nilai ekspor kelapa tahun ini akan meningkat. Menurut Amrizal, pada kuartal pertama 2017, nilai ekspor buah kelapa meningkat cukup tinggi antara 8% sampai 10% dibandingkan periode sama tahun 2016. Hal itu terjadi karena ketersediaan bahan baku buah kelapa segar pada tahun ini mencukupi.

Amrizal bilang, peningkatkan pasokan buah kelapa tahun ini terlihat dari kapasitas pabrik kelapa yang sudah terpenuh sekitar 55% sejak awal tahun 2017. Hal ini lebih baik dibandingkan tahun lalu yang kapasitas produksi pabrik kelapa yang terpenuh rata-rata di bawah 40%. “Karena tahun ini iklim lebih baik dari tahun lalu, sehingga produksi buah kelapa juga tinggi,” imbuhnya.

SUMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *